Hear and Write Challenge!

Beberapa hari yang lalu saya mendapat ide menarik dari adik saya. Dia bercerita kalau salah satu temannya memberikan tantangan untuk menulis berdasar musik yang sedang didengarkan pada saat itu. Saya menjulukinya Hear and Write Challenge. Saya jadi tertarik untuk melakukannya.

Perfeksionisme selalu menjadi masalah saya dalam menulis. Bukan sekali saya terjebak dalam proses pembuatan kerangka plot. Berbulan-bulan saya habiskan, tapi draft pertama tak kunjung dihasilkan. Saya selalu ingin cerita yang saya buat sempurna. Selalu ingin pesan moral yang saya berikan menggerakkan hati pembaca. Padahal saya tahu bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan, dan menulis itu seperti melepaskan jutaan panah asmara pada ribuan pembaca. Beberapa akan tertembak pasrah, jatuh cinta dengan plot yang saya tawarkan, tapi tidak sedikit yang akan mendengus pergi, karena panah saya tak berhasil menyentuh hati mereka.

Novel itu seperti puzzle. Tak semua keping menemukan pasangannya di hati pembaca.

Continue reading

Sorrow into Silk.

*postingan ini dibuat dalam rangka program “Hear and Write”

Sorrow into Silk

by : Rainy Amanda

Terinspirasi dari lagu “Silk” by Giselle

You make my heart spin sorrow into silk
You make me sleep like a young child with warm milk
You held me tighter when I pushed you away
You turn my sorrow into silk
You turn my sorrow

Kau tetap disini. Tak peduli berapa kali pun aku menyuruhmu untuk pergi.

Dunia tak lagi sama.

Begitu kau selalu berkata.

Semuanya pergi. Tapi kita bisa menjadi keluarga.

Continue reading