Keras Kepala.

Jadi beberapa minggu ini sempat merasa sedih karena draf novel Amora Menolak Cinta sudah mendapat dua penolakan dari penerbit yang berbeda. Sempat bertanya2 mengenai motif dan tujuan saya meniti jalan ini. Lalu mencoba mengkalibrasi ulang harapan yang entah sejak kapan bertumbuh subur, jauh di dalam lubuk hati.

Terkadang ambisi memang bisa menelusup tanpa kita sadari, merusak proses yang seharusnya dijalani dengan lapang dada. Tapi saya mencoba untuk kembali ingat, bahwa yang terpenting adalah saya bahagia menjalani hobi menulis saya ini, bukan pengakuan dari penerbit atau yang lainnya.

Lalu, hari ini, saya ke toko buku dan membeli buku yang satu ini tanpa banyak pertimbangan seperti biasanya :

20150717_210118

=))

Ternyata, saya lebih keras kepala dari yang saya bayangkan. Dan ternyata, saya sudah jatuh cinta melebihi dari yang saya duga.

Oh well, mari membaca!

Mandhut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s