Metode Puzzle dan Bedah Buku

Sebagai penulis pemula, ada hal-hal yang sempat menjadi misteri terbesar selama saya belajar menulis. Beberapa diantaranya adalah sudut pandang cerita, karakterisasi, alur, genre, bahkan pemotongan bab. Tidak peduli berapa kalipun saya mengikuti workshop, membaca buku tentang teknik menulis, sampai bertanya pada penulis yang lebih senior, teori-teori mengenai inti dasar kepenulisan tidak pernah sepenuhnya bisa saya pahami, dan itu membuat saya cukup waswas, bahkan sempat frustrasi.

Mungkin karena mengerti benar tentang dilema penulis pemula, para mentor, penulis buku, serta narasumber yang pernah saya temui hampir selalu mengakhiri penjabaran mereka dengan inti nasihat yang sama : “Nanti, kalau kalian sudah sering menulis, sudah menjelajah berbagai plot dan menciptakan berbagai karakter, kalian akan paham dengan sendirinya.”

Perlahan tapi pasti, saya pun mulai paham bahwa menulis itu bukan hafalan. Logika bisa membantu, teori bisa mengarahkan, teknik bisa memberikan kemajuan yang kita inginkan, tapi pada akhirnya pengalaman-lah yang memiliki porsi paling besar.

Setelah berpikir panjang dan lebar, akhirnya saya menerima bahwa cara terbaik untuk memberikan gambaran mengenai sudut pandang, karakterisasi dan hal-hal lainnya yang saya sebutkan di awal paragraf adalah dengan berlatih menulis tanpa henti. Merevisi saat kita tahu ada versi yang lebih baik, mencatat baik-baik di ingatan saat kombinasi ide-ide yang kita terapkan saling mendukung–hanya itu cara yang paling efektif. Tapi di samping itu, saya juga menemukan metode lain yang sekiranya cukup membantu : metode puzzle.

Saya selalu mengumpamakan kisah yang ingin saya kembangkan seperti puzzle. Saya bayangkan kisah itu seperti bidang kosong. Tugas saya adalah menganalisa dan menemukan potongan-potongan yang sesuai, untuk nantinya saya gabungkan menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Maka saat saya menimbang-nimbang : sudut pandang apa yang cocok saya pakai untuk kisah yang satu ini? Apa nama genre dari novel yang sedang saya tekuni ini? Biasanya saya akan menilik dari karya-karya penulis lainnya yang sekiranya memiliki plot, tema, karakter atau bahkan tema yang sama, mengumpulkan yang saya butuhkan dari situ, untuk kemudian saya cari yang mana yang paling sesuai dengan cerita milik saya sendiri.

Contohnya : Saya akan membaca kisah-kisah gubahan Orizuka untuk mengetahui sudut pandang yang ingin saya terapkan untuk kisah cinta anak SMA dengan sasaran audiens Indonesia, atau saya akan mencoba meneliti teknik menulis Sophie Kinsella saat saya ingin menulis kisah chicklit yang manis menggigit, atau karya Arthur Golden saat saya ingin menulis memoar yang lebih serius.

Tentu saja, selanjutnya logika dan kreatifitaslah yang akan bekerja keras untuk membuat keputusan, bahkan kadang saya masih suka mengubah fondasi cerita di tengah-tengah proses menulis, tapi sejauh ini, saya merasa bahwa metode puzzle yang saya terapkan sangat membantu untuk mengurangi dilema yang mengganggu 🙂

Oleh karena itu saya berencana untuk membuat kategori baru bagi blog Tulisan Manda ini, yaitu Bedah Buku. Nantinya, lewat kategori tersebut saya akan menjabarkan alasan di balik pemilihan sudut pandang, karakterisasi dan elemen-elemen penting lainnya (kecuali twist dan ending) dari novel yang saya tuliskan, atau bahkan analisa saya mengenai karya-karya penulis lain yang sudah lebih tersohor. Anggap saja studi kasus. Semoga saja dengan ini kita bisa saling sharing ilmu, syukur-syukur mengurangi dilema-dilema yang bisa menyerang penulis pemula 🙂

Selamat menulis dan tetaplah berjuang meski ada bab yang harus hilang lenyap tak bersisa!

Dari depan laptop,

Amanda.

Advertisements

One thought on “Metode Puzzle dan Bedah Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s