Fabian,

*postingan ini dibuat dalam rangka program Hear & Write

Note from author :

Kisah Nila dan Bian ini merupakan potongan dari ide plot besar yang masih dalam proses penulisan. Ceritanya, suatu hari saya sedang mendengarkan lagu We Don’t Talk Anymore gubahan Charlie Puth & Selena Gomez dan entah kenapa saya teringat pada Nila dan Bian. Rasanya tidak sabar untuk berbagi barang sedikit mengenai kisah 2 tokoh tersebut. Selamat menikmati, semoga suka 🙂

Fabian,

by : Rainy Amanda

I just heard you found the one you’ve been looking

You’ve been looking for

I wish I would have known that wasn’t me

(We Don’t Talk Anymore – Charlie Puth)

Sebising apapun duniaku, kamu selalu ada, Bian.

Dentum musik menyalurkan gemanya ke tubuhku. Sesekali sinar laser berkedip menari-nari di tengah ruangan temaram. Bartender menyodorkan gelas kaca berleher tinggi ke hadapanku, menyunggingkan senyum dan berkomentar satu-dua hal remeh. Aku menyesap sedikit minuman yang kupesan, sebelum memberi jawaban yang kupastikan sesuai dengan apa yang pria itu tanyakan.

Tidak, aku belum mabuk, Bian. Alkohol pertamaku malam ini masih kunikmati perlahan. Ini bukan sekali aku memaksakan konsentrasi. Bukan sekali aku berharap untuk melunakkan perasaan di tempat ini. Dan bukan sekali pula aku bertarung hasrat diri untuk berbicara denganmu lagi.

Continue reading

Di Sisi Laut Salwa

*postingan ini dibuat dalam rangka program Hear & Write

Di Sisi Laut Salwa

By : Rainy Amanda

No one but you got me feeling this way
There’s so much we can’t explain
Maybe we’re helping each other escape
I’m with you
(Perfect Strangers by Jonas Blue Feat. JP Cooper)

Mungkin aku sedang mencumbu laut.

Mungkin tubuh yang kurengkuh adalah ombak. Meliuk begitu indah. Tetap kunanti meski menghempaskanku berkali-kali.

Mungkin bibir yang kukecup adalah pasir. Empuk dan hangat seperti peraduan. Sensasinya membuatku gila, tak sanggup beranjak dari sana.
Mungkin rasa di dadaku adalah garam. Asin yang berlebih membuat seluruh syaraf pada tubuhku berjengit, namun tak ada niatku untuk mengurangi kadarnya.

Continue reading

Sebuah Fanfiction : Ada Apa Dengan Rangga?

Cinta-Rangga

Saya adalah penggemar berat Ada Apa Dengan Cinta? yang dirilis pada tahun 2002. Bagi saya, AADC kala itu bukan sekadar hiburan, tapi medium nostalgia yang sarat akan kenangan pahit-manis masa SMA. Itulah mengapa ceritanya begitu jelas terpatri dalam benak saya, lagu-lagu pengiringnya setia saya dengarkan sampai hari ini, dialog-dialognya masih menjadi pencair suasana dengan teman-teman lama, orang-orang yang terlibat di dalamnya terus menjadi alasan mengapa saya menonton film-film karya anak negeri bertahun-tahun kemudian.

Continue reading